Cara Membuat Abstrak yang Baik

3 min read

Cara Membuat Abstrak yang Baik

Pengertian Abstrak

Abstrak adalah kegiatan terakhir yang dilakukan penulis artikel tetapi merupakan bagian yang paling pertama dibaca orang. Hal ini disebabkan pembaca ingin dengan cepat melihat secara sepintas tapi menyeluruh (overview) dari keseluruhan isi artikel. Abstrak berasal dari kata latin abstracum yang artinya bentuk padat (condensed form) dari sebuah tulisan panjang.
Abstrak merupakan bagian paling penting dari sebuah artikel, karena (a) merupakan bagian pertama yang dicermati pembaca sesudah judul; (b) mungkin juga hanya bagian ini yang dibaca sebelum pembaca mengambil keputusan untuk membaca seluruh artikel; dan (c) perangkat penting untuk mengalokasikan dan mengidentifikasi artikel yang dicari pembaca. Jadi abstrak adalah preview bagi pembaca tentang gagasan yang ingin ditulis dalam artikel.

Komponen-komponen Abstrak

Komponen-kompenen abstrak sifatnya variatif tergantung disiplin ilmu dari artikel yang akan dibuat abstrakny. Abstrak dari disiplin ilmu sosial atau laporan ilmiah umumnya terdari dari latar belakang, tujuan, materi isi (content), dan hasil. Laporan dari disiplin ilmu humanitas dapat berisi tentang thesis atau argument yang ditulis dalam satu kalimat yang merefleksikan judul, latar belakang, dan kesimpulan atau penutup. Jadi abstrak yang baik hendaknya mampu menggambarkan isi dari sebuah artikel, mulai dari tujuan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan.

Kata Kunci dalam Abstrak

Abstrak dilengkapi dengan kata kunci. Kata kunci merupakan representasi dari konsep utama asrtikel. Kata kunci juga berguna untuk tujuan indeksasi. Hindari penggunaan jargon untuk dijadikan kata kunci karena kemungkinan tidak akan terseleksi dalam subject heading dari disiplin ilmu yang bersangkutan. Kata-kata kunci yang tidak umum atau tidak masuk dalam subjek heading dari disiplin ilmu yang bersangkutan akan menghambat di dalam penerimaan karya tulis untuk dimuat atau diterima di dalam jurnal.
abstrak, paper, artikel, jurnal

Ciri-ciri Abstrak yang Baik

Abstrak yang baik ditulis dalam satu paragraph secara akurat, singkat (concise) dan spesifik, nonevaluatif, konsisten dan spesifik, nonevaluatif, serta utuh (coherent) dan mudah dipahami (readable).
1. Akurat (accurate), artinya isi abstrak secara benar mencerminkan tujuan dan isi artikel.
2. Seft-contained, artinya abstrak hendaknya menjelaskan kalua ada akronim atau istilah yang unik, sehingga pembaca dapat langsung mengerti isinya tanpa harus mencari referensi lain. Lebih baik menggunakan paraphrase (penjelasan) daripada penulis kutip (quote). Lengkapi dengan kata kunci untuk tujuan indeksasi karena abstrak juga digunakan oleh penyedia jasa informasi untuk indeksasi dan mengakses artikel.
3. Singkat dan spesifik, artinya kalimat semaksimal mungkin dibuat informatif terutama kalimat pokok. Abstrak disusun sesingkat mungkin karena hanya artikel yang kompleks yang membutuhkan abstrak lebih dari 150 kata.
4. Non-evaluatif, artinya abstrak lebih sebagai laporan daripada evaluasi. Jadi, abstrak tidak perlu ditambah-tambahi dengan komentar, pendapat atau informasi tambahan di luar isi artikel.
5. Utuh (coherent) dan mudah dipahami (readable), artinya abstrak ditulis dengan bahasa yang lugas dan jelas. Abstrak menggunakan kalimat aktif daripada pasif.

Hal –hal yang Perlu Dihindari dalam Menyusun Abstrak

Hal-hal yang perlu dihindari dalam menyusun abstrak yaitu :
1. Menyampaikan informasi tentang latar belakang dengan panjang lebar (tidak fokus).
2. Menggunakan kutipan atau referensi dari sumber pustaka lain di luar artikel.
3. Menggunakan kalimat-kalimat yang tidak lengkap atau tidak efektif.
4. Menggunakan singkatan atau istilah yang tidak umum.

Cara Membuat Abstrak yang Baik

Abstrak yang baik mencerminkan tujuan dan isi karya tulis. Berikut ini cara membuat abstrak yang baik yaitu :
1. Isinya relevan, menjelaskan tujuan penulisan, dan merefleksikan isi tulisan.
2. Disajikan dalam format bacaan yang utuh, artinya pembaca tidak harus mencari sumber rujukan untuk memahami isi abstrak. Oleh karena itu, apabila di dalam penulisannya terdapat singkatan atau akronim maka harus dijelaskan. Demikian pula nilai pengukuran juga harus dijelaskan. Lebih baik menggunakan paraphrase (pernyataan arti dari sebuah istilah) daripada tanda kutip
3. Istilah yang digunakan harus konsisten, setiap kalimat ditulis dengan jelas, singkat dan formatif. Jumlah kata tidak lebih dari 150 kata (toleransi biasanya sampai 250 kata).
4. Merupakan tulisan berbetuk laporan bukan komentar atau opini dari penulis.
5. Ditulis dengan jelas dan meyakinkan pembaca. Gunakan susunan kalimat aktif untuk melaporkan temuan, fokuskan pada isu atau amasalah bukan orang atau penulis. Apabila abstrak ditulis dalam bahasa inggris, gunakan kalimat present tense untuk menginformasikan hasil, kesimpulan, dan saran, tetapi gunakan kalimat past tense untuk menjelaskan proses pelaksanaan penelitian.
6. Disajikan dalam bentuk satu paragraph, jadi tidak ada alinea.
7. Ditinjau dari segi disiplin ilmu, maka terdapat dua jenis abstrak, yaitu abstrak deskriptif dan abstrak informatif. Abstrak deskriptif dari bidang-bidang ilmu humanitas, ilmu sosial, dan psikologi kualitatif biasanya disampaikan dalam bentuk esai. Sedangkan abstrak informatif dipakai dalam menyampaikan laporan penelitian IPA,  matematika, teknik (engineering), dan psikologi. Selain itu, penulisan abstrak juga dapat dibedakan antara hasil studi empiris dan nonempiris.

Abstrak Hasil Studi Empiris

Abstrak hasil studi empiris (termasuk hasil penelitian) sebaiknya ditulis antara 100-150 kata, meliputi unsur-unsur berikut :
1. Permasalahan ditulis dalam satu kalimat.
2. Sebutkan subjek penelitian, sebutkan variable penelitian yang digunakan seperti gender, usia, latar belakang pendidikan, dan lain lain.
3. Jelaskan metode yang digunakan termasuk instrument, metode pengumpulan data, teknik pengolahan data serta waktu dan tempat.
4. Cantumkan temuan termasuk tingkat signifikansi secara statistik.
5. Terakhir, cantumkan kesimpulan dan saran-saran dari hasil tulisan.

Abstrak Kajian Teori

Abstrak hasil kajian teori dan reviu artikel biasanya lebih singkat dari abstrak hasil studi empiris, yaitu 75-100 kata. Isinya meliputi :
1. Judul ditulis dalam satu kalimat.
2. Tujuan, dasar teori yang digunakan, kerangka pikir, dan ruang lingkup tulisan.
3. Sumber-sumber yang digunakan untuk membuat tulisan, misalnya studi dokumen, observasi, wawancara, dan lain-lain.
4. Kesimpulan dan implikasi atau aplikasi dalam praktik lapangan.

Sumber

Wardani, IG. A. K. 2014. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta : Universitas Terbuka.

Rangkuman Materi dan Pembahasan Soal IPA Tema 3 Sub…

Rangkuman Materi dan Pembahasan Soal IPA Tema 3  Sub Tema 1 SD Kelas 6 Kompetensi Dasar IPA 3.4 Mengidentifikasi komponen-komponen listrik dan fungisnya dalam...
Firdaus Muqarrobin
3 min read

Contoh Aktivitas Kognitif, Bahasa, dan Islamic Studies dalam Islamic…

Contoh Aktivitas Kognitif, Bahasa, dan Islamic Studies dalam Islamic Montessori 0-3 Tahun A. Aktivitas Kognitif 1. Menemukan Benda Tersembunyi Ingatkah kita dengan permainan cilukba?...
Firdaus Muqarrobin
3 min read

Contoh Soal dan Pembahasan Tentang COVID-19

Contoh Soal dan Pembahasan Tentang COVID-19 Pilihlah jawaban yang paling benar! 1. Apakah famili virus yang menyebabkan berbagai penyakit mulai dari batuk, pilek, hingga...
Firdaus Muqarrobin
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *