Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Masalah Dalam Penelitian

5 min read

Definisi masalah

Eureka Pendidikan. Dewasa ini dunia pendidikan dihadapkan pada berbagai permasalahan berupa penyimpangan yang menuntut pemecahan melalui metode yang sistematis dan memerlukan penelitian untuk mendapatkan jawaban atau kesimpulan dari permasalahan tersebut.

Dalam penelitian, kedudukan masalah sangat penting karena melalui masalah kita dapat menentukan tujuan penelitian, metode penelitian, analisis data yang akan digunakan. Dengan kata lain tujuan dari penelitian adalah untuk menyelesaikan permasalahan. Pada kesempatan ini, kami akan membahas tentang permasalahan-permasalahan dalam penelitian pendidikan.

Pengertian dan Defenisi masalaha dalam Penelitian

A. Pengertian Masalah dan Jenis-Jenis Masalah Dalam Penelitian

Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa penelitian dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dimulai dengan adanya penyimpangan. Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetisi.

Menurut Suryabrata (1994 : 60) masalah merupakan kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan kenyataan (das sein), antara kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should be) dengan yang ada (what it is) (Suryabrata, 1994: 60). Penelitian dimaksudkan untuk menutup kesenjangan (what can be).

John Dewey dan Kerlinger secara terpisah memberikan penjelasan mengenai masalah berupa kesulitan yang dirasakan oleh orang awam maupun seorang peneliti. Kesulitan ini menghalangi tercapai sebuah tujuan baik itu tujuan individu maupun sebuah kelompok. Masalah dalam penelitian diekspresikan dalam bentuk kalimat tanya bukan kalimat pernyataan. Masalah dalam ini selanjutnya dijawab melalui penelitian.

B. Sumber Masalah dalam Penelitian

Permasalahan dalam penelitian bisa saja berasal dari berbagai sumber, bergantung dari dari banyak hal seperti kebutuhan yang mendesak saat itu, keinginan peneliti, keterbatasan teori atau konsep dan lain-lian.

Menurut James H. MacMillan dan Schumacher (Hadjar, 1996 : 40 – 42), masalah dapat bersumber dari :

1. Observasi

Masalah yang muncul dari observasi merupakan jenis masalah yang didapatkan dari pengamatan pada sebuah objek terkait dari banyak kuantitas atau casualitas. Sebuah fenomenaakan dianggap sebuah masalah jika hal tersebut sudah terbatas atau tidak sesuai antara keharusan dan fakat yang ada di lapangan.

Masalah dalam bentuk observasi kebanyakan barasa dari hubungan antara beberapa aspek yang belum memiliki penjelasan memadai karena hal tersebut dilakukan begitu saja tanpa ada pertimbangan ilmiah. Kebanyakan fenomena yang muncul berasal dari otoirtas atau tradisi yang berlaku dalam sebuah daerah.

Sebagai contoh masalah dari hasil observasi dalam penelitian pendidikan adalah : Seorang pengamat mengamati guru sudah mengajar sesuai dengan pendekatan saintifik di dalam kelas, namun ternyata setelah dilakukan pengukruan terhadap keterampilan proses sains peserta didik, ternyata hasilnya berada di bawah rata-rata.

2. Dedukasi dari Teori

Banyak hasil penelitian akan menghasilkan banyak teori, dan biasanya beberapa teori akan saling menguatkan atau salaing melemahan satu sama lain. Kebenaran dari teori ini tidak hanya benar terhadap rasio tapi juga harus dibuktikan secara empirs atau pada praktiknya di lapangan.

Meskipun demikian, kebanyakan masalah yang muncul dari Deduksi terhadap teori pada umumnya digunakan untuk mencoba keberlakuan suatu teori yang pada sekelompok objek penelitian. Tujuannya untuk mengetahui teori tersebut berlaku untuk objek dengan karakter yang berbeda dari tempat dimana Teori tersebut dikembangkan.

3. Kepustakaan

Hasil penelitian mungkin memberikan rekomendasi perlunya dilakukan penelitian ulang (replikasi) baik dengan atau tanpa variasi. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian dan kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas. Laporan penelitian sering juga menyampaikan rekomendasi kepada peneliti lain tentang apa yang perlu diteliti lebih lanjut. Hal ini juga menjadi sumber untuk menentukan masalah yang menentukan masalah yang perlu diangkat untuk diteliti.

4. Masalah sosial

Masalah sosial yang ada di sekitar kita atau yang baru menjadi berita terhangat (hot news) dapat menjadi sumber masalah penelitian.

Misalnya :
Adanya perkelahian antar sekolah menimbulkan berbagai dampak bagi sekolah dan warga sekitar.
Penggalakan program 3 M (menguras, mengubur, menimbun) sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah.

Dalam pembuatan keputusan tertentu, sering mendesak untuk dilakukan penelitian evaluatif. Hasil sangat diperlukan untuk dijadikan dasar pembuatan keputusan lebih lanjut.

5. Situasi praktis

Situasi praktis yang dimaksudkan adalah masalah yang muncul setelah sebuah program akan dilaksanakan, sedang dalam proses pelakasanaan atau setelah selesai dilakasanakan.

Munculnya masalah dalam situasi praktis ini setelah melalui proses evaluasi dari sebuah program. Hasil dari penelitian dan evaluasi ini selanjutnya akan dijadikan landasan dalam membuat keputusan tentang program yang dimaksud.

6. Pengalaman pribadi

Pengalaman pribadi dapat menimbulkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. (Purwanto 2010:109-111).

Masalah dalam penelitian pendidikan dapat diperoleh dari berbagai sumber yang terkait dengan bidang pendidikan, Sukardi (2009:22-24) dalam, antara lain :

1. Pengalaman seseorang atau kelompok.

Pengalaman orang yang telah lama menekuni bidang profesi pendidikan dapat digunakan untuk membantu mencari permasalahan yang signifikan diteliti. Contoh : pengalaman mengajar di kelas.

2. Lapangan tempat bekerja.

Para peneliti dapat melihat secara langsung, mengalami dan bertanya pada satu, dua, atau banyak orang dalam pekerjaannya. Seorang guru misalnya, akan merasakan bahwa sekolah dan komponen yang berkaitan dengan tercapainya tujuan sekolah dpat dijadikan sebagai sumber penelitian.

3. Laporan hasil penelitian.

Dari hasil penelitian, yang biasanya dalam bentuk jurnal, biasanya disamping ada hasil temuan yang baru juga ada kemungkinan penelitian yang direkomendasikan.

5. Sumber-sumber yang berasal dari pengetahuan orang lain.

Perkembangan ilmu pengetahuan lain di luar bidang yang dikuasai seringkali memberikan pengaruh munculnya permasalahan penelitian. Misalnya, gerakan reformasi yang muncul setelah Orde Baru, ternyata telah memunculkan dan mempengaruhi sikap dan tuntutan para guru untuk memperoleh gaji dan status profesi yang lebih baik.

C. Jenis-Jenis Masalah Dalam Penelitian

Masalah dalam penelitian menurut Sugiono (2019) dapat dikategorikan berdasarkan tiga jenis

1. Permasalahan Deskriptif

Permasalahan deskriptif merupakan permasalahan dengan variabel mandiri baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Dalam penelitian ini, peneliti tidak membuat perbandingan variabel yang satu pada sampel yang lain, hanya mencari hubungan variabel yang satu dengan variabel yang lain. Contoh permasalahan deskriptif :

Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari murid-murid sekolah di Indonesia?
Seberapa besar efektivitas model pembelajaran jigsaw terhadap prestasi belajar siswa ?

2. Permasalahan Komparatif

Permasalahan ini merupakan rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda pada waktu yang berbeda. Contoh :

Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah A dan sekolah B ? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel sekolah A dan sekolah B).
Adakah perbedaan pemahaman terhadap materi listrik antara siswa di sekolah formal dengan siswa homeschooling?

3. Permasalahan Asosiatif

Merupakan rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan, yaitu :

a) Hubungan simetris

adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. Contoh perumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

  • Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin negara?
  • Adakah hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan jumlah murid sekolah?

b) Hubungan kausal

Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi), contoh:

  • Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua variabel independen dan prestasi belajar variabel dependen).
  • Seberapa besar pengaruh kurikulum, media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum, media, dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel dependen).

c) Hubungan interaktif/ resiprocal/ timbal balik

Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen, contoh:

  • Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di kecamatan A. Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi.
  • Hubungan antara makan di pagi hari dengan kecerdasan siswa.

D. Kriteria Masalah Dalam Penelitian

Ada tiga kriteria untuk menentukan permasalahan yang baik dan pernyataan masalah yang baik (Kerlinger, 2006 : 29-30), yaitu :

  1. Masalah harus mengungkapkan suatu hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan demikian, masalah-masalah itu mengajukan pernyataan-pernyataan seperti :
    1. Apakah A terkait dengan B?
    2. Apakah motivasi belajar mempengaruhi hasil belajar ?
  2. Masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak ambigu dalam bentuk pertanyaan.
  3. Masalah dan pernyataan masalah harus dirumuskan dengan cara tertentu yang menyiratkan adanya pengujian yang empiris.

E. Cara Mengidentifikasi Permasalahan dalam Penelitian

Mengidentifikasi masalah penelitian dilakukan untuk menentukan masalah mana yang perlu segera dicari penyelesaiannya. Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dapat dilakukan dengan cara mengelompokkan sekaligus memetakan masalah-masalah tersebut secara sistematis berdasarkan keahlian bidang peneliti. Menurut Ahmad nursanto dalam mengidentifikasi masalah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Esensial, masalah yang akan diidentifikasi menduduki urutan paling penting diantara masalah-masalah yang ada.
  • Urgen, masalah yang akan dipecahkan mendesak untuk dicari penyelesaiannya.
  • Masalah mempunyai manfaat apabila dipecahkan.

Dalam dunia pendidikan masalah yang diidentifikasi dapat dikelompokan menjadi 4, yaitu : proses pembelajaran, siswa, guru, hasil belajar. Meskipun proses identikasi masalah sudah ditemukan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebagai fokus penelitian.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah minat/motivasi/dorongan peneliti, kemampuan peneliti, lokasi penelitian, sumber data (populasi dan sampel), waktu, pendekatan/metode yang digunakan, buku sumber yang tersedia, etika dan birokrasi. Bila kesemua hal tersebut telah terpenuhi maka suatu fokus masalah dapat dijadikan sebagai masalah penelitian untuk dicari jawabannya.

Sumber Bacaan
Hadjar, I. 1996. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan. PT RadjaGrafindo, Jakarta

Karlingger, Fred N. 2006. Asas-Asas Penelitian Bevavioral. Yogyakarta : UGM

Stoner, James AF. 1982 Principal of Managemen II Edition. Publisher, Prentice-Hall

Sukardi, 2009. Metodologi penelitian pendidikan: kompetensi dan praktiknya Jakarta: Bumi Aksara

3 Replies to “Definisi Masalah dan Jenis-Jenis Masalah Dalam Penelitian”

  1. Terima Kasih Banyak Mas,.. Referensi hanya ditulis singkat untuk mencari tahu buku aslinya silahkan disebutkan kemudian kami akan segera membasalnya. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *