Karya Ilmiah

5 min read

Definisi Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah satu karangan yang disusun secara sistematis dan bersifat ilmiah. Sistematis artinya karangan atau karya tulis tersebut disusun menurut aturan tertentu sehingga kaitan antara bagian-bagian tersebut sangat jelas dan padu. Bersifat ilmiah, artinya karya tulis tersebut menyajikan satu deskripsi, gagasan, argumentasi atau pemecahan masalah yang didasarkan pada berbagai bukti empirik atau kajian teoritis sehingga para pembacanya dapat merunut atau melacak kebenaran bukti empirik atau teoritik yang mendukung gagasan tersebut.

Pengertian di atas sejalan dengan pengertian yang diberikan oleh Brotowijoyo, yaitu, “karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Ditambahkan pula bahwa karangan ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpa mengingat akibatnya. Kebenaran dalam sebuah karya ilmiah bukan merupakan kebenaran normatif, melainkan kebenaran objektif dan positif sesuai dengan fakta dan data di lapangan.

Ciri-ciri Karya Ilmiah

Sebuah karya ilmiah dapat dikenal dari ciri-ciri berikut ini :

a. Dari segi sisi, karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa gagasan, dekripsi tentang sesuatu, atau pemecahan satu masalah.

b. Pengetahuan yang disajikan tersebut didasarkan pada fakta atau data (kajian empirik) atau pada teori-teori yang telah diakui kebenarannya.

c. Mengandung kebenaran yang objektif serta kejujuran dalam penulisannya.

d. Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan banyak menggunakan istilah teknik, di samping istilah-istilah yang bersifat denotatif.

e. Sistematika penulisan mengikuti cara tertentu.

Dengan menyimak ciri ciri di atas , kita dapat mnegenal dengan cepat karya tulis yang dapat digolongkan sebagai karya ilmiah.

Tujuan Penulisan Karya Ilmiah

Karya ilmiah ditulis dengan berbagai tujuan berikut ini:

a. Menyampikan gagasan kepada masyarakat luas atau kalangan tertentu. Tujuan seperti ini pada umunya terkait dengan karya ilmiah yang berupa artikel yang dimuat dalam berbagai media mssa.

b. Memenuhi tugas yang diberikan sebagai persyaratan studi. Tujuan seperti ini, terkait dengan tugas penulisan makalah dari guru atau dosen, serta penulisan skripsi, tesis, dan disertasi.

c. Mendiskuiskan gagasan dengan kalangan tertentu dalam pertemuan ilmiah. Misalnya, karya ilmiah yang disusun untuk satu seminar, simposium, diskusi panel, dan sejenisnya.

d. Mengikuti perlombaan penulisan karya ilmiah. Perlombaan penulisan karya ilmiah sering diadakan oleh berbagai lembaga, seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang setiap tahun diselenggarakan bagi mahasiswa seluruh Indonesia oleh Direktorat Kemahasiswaan (sekarang menyatu dengan Direktorat Akademik) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Karya ilmiah yang dilombakan ada yang harus sengaja ditulis untuk perlombaan tersebut, namun ada juga yang dapat diambil dari karya ilmiah yang pernah ditulis.

e. Menyebarkan hasil penelitian kepada masyarakat luas atau kalangan tertentu, seperti berbagai artikel penelitian yang dimuat dalam berbagai majalah ilmiah.

Fungsi/Manfaat Karya Ilmiah

Fungsi karya ilmiah yaitu :

a. Sebagai rujukan atau reference dalam mempersiapkan karya tulis atau kegiatan ilmiah seperti seminar, melakukan penelitian, dan diskusi panel.

b. Sebagai sarana edukasi atau pendidikan yang dapat meningkatkan wawasan seseorang dalam berbagai bidang ilmu.

c. Sebagai sarana diseminasi pengetahuan atau penyebarluasan perkembangan bidang ilmu kepada masyarakat atau kelompok tertentu. Dalam konteks ini karya ilmiah mempunyai fungsi yang sangat strategis. Tanpa adanya karya ilmiah, ilmu baru yang sedang berkembang hanya akan dimilki oleh sedikit orang. Dengan demikian, karya ilmiah dapat dikatakan mempunyai fungsi diseminatif.

Manfaat karya ilmiah dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu manfaat untuk masyarakat luas dan manfaat untuk penulis sendiri. Sesuasi dengan fungsinya, untuk masyarakat luas, karya ilmiah dapat dimanfaatkan sebagai rujukan (reference), sumber perluasan wawasan, serta sumber informasi perkembangan ilmu dan teknologi. Khusus bagi penulis, penulisan karya ilmiah mempunyai manfaat yang sangat besar. Berikut ini manfaat karya ilmiah yang dikutip oleh Zainal Arifin :

a. Mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena ia harus membaca berbagai rujukan sebelum menulis.

b. Memberikan kesempatan berlatih mengintegrasikan hasil bacaan dengan gagasan sendiri, kemudian mengembangkannya menjadi pemikiran yang lebih matang.

c. Mengakrabkan penulis dengan kegiatan perpustakaan, seperti menggunakankatalog dalam mencari buku yang diperlukan.

d. Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta dan data secara jelas dan sistematis.

e. Memberikan kepuasan intelektual, yaitu satu kepuasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menyajikan satu khazanah pengetahuan.

f. Menyumbangkan perluasan cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

Karya Ilmiah dan Karya Ilmiah Populer

Jika kita membandingkan karya ilmiah dan karya ilmiah populer, kita dapat juga mulai dengan membandingkan makna kedua istilah tersebut. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa kata ilmiah diartikan sebagai bersifat ilmu atau memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan, sedangkan ilmiah populer diartikan sebagai menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam. Istilah ilmiah populer biasanya dikaitkan dengan artikel atau gaya penulisan karya ilmiah. Berdasarkan penjelasan tersebut juga dapat diartikan bahwa karya ilmiah lebih banyak menggunakan istilah teknis seperti grafik, tabel, simpangan baku atau sejenisnya, sedangkan karya ilmiah populer lebih banyak menggunakan istilah-istilah umum yang lebih mudah dipahami banyak orang, seperti variasi yang besar atau bahkan analogi atau ungkapan yang populer di masyarakat.

Karakteristik Karya Ilmiah

Karakteristik karya ilmiah atau ciri-ciri karya ilmiah dapat dikenali dari berbagai aspek seperti struktur penyajian, komponen, dan subsatnsi karya ilmiah, sikap penulis, dan bahasa. Berikut ini penjelasan lebih lanjut terkait aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya ilmiah.

Struktur Penyajian Karya Ilmiah

Secara garis besar, struktur penyajian karya ilmiah terdiri atas bagian pendahuluan, pokok pembahasan, dan penutup. Dengan demikian, sebuah karya ilmiah biasanya dimulai dengan suatu pengantar yang menuju pokok pembahasan dan diakhiri dengan penutup yang dapat berupa kesimpulan atau rekomendasi. Pengantar atau yang biasa disebut dengan pendahuluan dapat berupa latar belakang yang menggambarkan pentingnya topik yang akan dibahas, tujuan penulisan, dan mungkin juga ruang lingkup penulisan. Luas cakupan bagian pendahuluan ini bervariasi tergantung dengan jenis karya ilmiah yang ditulis. Ada bagian pendahuluan yang hanya terdiri dari satu atau dua paragraf, ada juga yang terdiri dari satu bab yang dibagi-bagi lagi menjadi sub topik.

Karya ilmiah tidak mungkin dimulai langsung dengan bagian tengah, bagian yang menarik atau inti dan tentu saja tidak mungkin dimulai dengan bagian kesimpulan. Karya ilmiah harus dimulai dengan suatu pembuka yang biasanya disebut dengan latar belakang yang diambil dari masalah yang erat kaitannya dengan topik yang akan dibahas di bagian inti. Pada bagian pembuka inilah penulis berangsur-angsur menggiring pembaca menuju topik atau bagian inti yang akan dibahas.

Bagian inti atau pokok pembahasan sebuah karya ilmiah merupakan bagian yang paling besar dalam sebuah karya ilmiah. Tergantung dari luasnya masalah yang dibahas atau dari jenis karya ilmiah yang ditulis, bagian pembahasan ini dapat sangat panjang dan dapat pula cukup singkat. Skripsi, tesis, dan disertasi mencantumkan beberapa bab yang dapat dikelompokkan sebagai bagian inti, sedangkan artikel ilmiah mgkin mencantumkan beberapa sub topik. Bagian inti atau pokok pembahasan ini memberi kesempatan kepada penulis untuk memaparkan proses kajian atau penelitian yang dilakukan, hasil penelitian atau kajian yang akan diungkapkan, serta pembahasan terkait hasil penelitian tersebut. Pada bagian ini juga terdapat berbagai teori yang digunakan sebagai rujukan dalam melakukan kajian serta dalam memberikan pendapatnya. Bagi pembaca, bagian ini merupakan bagian yang paling penting untuk mengetahui secara terperinci proses pemikiran atau gagasan yang ingin dituangkan penulis.

Bagian penutup merupakan bagian akhir dari sebuah tulisan. Seperti halnya pada bagian pendahuluan dan bagian inti, bagian penutup karya ilmiah juga mempunyai struktur sajian yang khas, yang berbeda dari bagian penutup jenis tulisan lain. Sebuah karya ilmiah biasany ditutup dengan simpulan dan harapan atau rekomendasi atau tindak lanjut. Semua ini merupakan simpulan kajian penulis terhadap topik atau masalah yang disajikannya, serta tindak lanjut yang diharapkan dari penulisan karya ilmiah tersebut.

Komponen dan Substansi Karya Ilmiah

Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak (sari pati tulisan) yang dimuat setelah judul artikel dan nama penulis. Karya ilmiah berupa laporan penelitian juga mencantumkan lampiran yang mendukung laporan tersebut. Karya ilmiah berupa skripsi, tesis, dan disertasi dilengkapi dengan beberapa komponen lainnya, seperti abstrak, daftar gambar dan tabel, ucapan terima kasih atau kata pengantar, dan tentu saja dafta pustakan dan lampiran.

Substansi atau materi bahasan karya ilmiah dapat mencakup segala bidang dari yang paling kecil atau sederhana ke paling besar atau kompleks. Oleh karena itu substansi karya ilmiah pada umumnya dikelompokkan berdasarkan disiplin ilmu. Sejalan dengan pemikiran ini, ada karya ilmiah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial (termasuk di dalamnya bidang pendidikan, pengetahuan sosial, dan ekonomi), ilmu-ilmu eksakta (seperti matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)), dan seni.

Sikap Penulis dalam Karya Ilmiah

Salah satu ciri karya ilmiah adalah bersikap objektif. Ini berarti penulis berusaha menyajikan tulisannya berdasarkan fakta dan data yang cukup kuat atau selalu mendukung pendapat yang disajikannya dengan berbagai teori yang telah diakui kebenarannya atau pengalaman empiris yang diakui kalangan luas. Tidak demikian halnya dengan berita atau cerita, baik novel maupun cerita pendek. Berita sering memasukkan unsur subjektivitas penulis berita sehingga kadangkala apa yang diberitakan lebih hebat dari kejadian sebenarnya. Akibatnya, sering terjadi tuntutan dari mereka yang merasa dirugikan oleh berita yang ditulis para wartawan.

Sikap penulis karya ilmiah tercermin dari gaya bahasa yang bersifat impersonal, yang ditandai dengan banyak menggunakan bentuk pasif dan tidak menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua, yang memberi kesan bahwa penulis mengambil jarak dari tulisannya. Penggunaan ragam bahasa resmi atau formal membantu penulis untuk menampilkan sikap ini.

Bahasa yang digunakan dalam Karya Ilmiah

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku. Kebakuan kata tercermin dari pilihan kata atau istilah. Contoh kata atau istilah baku dan tidak baku terdapat dalam tabel di bawah ini.

Kata BakuKata Tidak Baku
Mengganggu ketenaganMenyatroni ketenanganku
KongkretKongkrit
MengubahMerubah
Diberi tahuDikasih tahu
MembereskanBeres-beres
Pada saatDi saat
Beramai-ramaiRamai-ramai
Disebabkan olehDisebabkan karena

Selain itu, juga terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar makna kata dapat digunakan secara tepat. Pertama, kata yang dipilih harus sesuai dengan makna yang dimaksud. Artinya, jika yang dimaksudkan seseorang “mengamati” sebuah bangunan maka kata yang dipakai adalah “mengamati” bukan “memandang”, meskipun kedua kata tersebut mempunyai makna yang mirip. Kedua, memperhatikan nilai rasa dalam menggunakan kata. Misalnya, penulis harus mampu membedakan penggunaan kata kamu, anda, saudara atau penggunaan kata beliau, mohon, minta, dan sebagainya. Ketiga, penulis harus mampu membedakan arti umumdan arti khusus sebuah kata. Kata yang digunakan dalam karya ilmiah adalah kata dengan arti umum.

Selain penggunaan kata atau istilah baku dengan makna yang tepat, dalam karya ilmiah juga harus menggunakan kalimat yang efektif dan efisien serta mengikuti kaidah-kaidah penyusunan kalimat. Kalimat dalam karya ilmiah selalu berupa kalimat lengkap, mengikuti aturan tata bahasa, bernalar, efisien (menggunakan kata secara hemat), dan hubungan antara unsur-unsurnya terpadu.

Referensi

Wardani, IG. A. K. 2014. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta : Universitas Terbuka.

Sistem Gerak pada Hewan dan Tumbuhan (Materi IPA SMP)

Sistem Gerak pada Hewan Sistem Gerak Hewan yang Hidup di DaratContoh dari hewan mamalia yang hidup di darat adalah kuda. Kuda memiliki tulang-tulang kokoh...
Dessy Alfindasari
2 min read

Soal dengan Tingkat Kemampuan Berpikir Serta Pembahasannya – Materi…

A. PILIHAN GANDA Mengetahui dan MemahamiPerhatikan daftar tumbuhan berikut! 1) Jambu, 2) Padi, 3) Kelapa, 4) Nangka, dan 5) Alang-alangTanaman yang bentuk daunnya seperti...
Dessy Alfindasari
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *